Halaman

Kamis, 13 Desember 2012

MURI Beri Penghargaan Kepada Perpustakaan UIN


UIN SUNAN KALIJAGA MASUK REKOR MURI SEBAGAI PERPUSTAKAAN PERTAMA YANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI RFID
Kamis, 06 Desember 2012 11:05 WIB

http://www.uin-suka.ac.id/files/berita/Muri%20Perpus%20UIN%20Jogja%20web.JPG
Penghargaan Rekor MURI diserahkan oleh wakil dari Direktur Muri (Dr. Jayasuprana) yakni Ari Indriani kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Musa Asy’ari

UIN Sunan Kalijaga  menerima penghargaan Rekor MURI untuk Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, sebagai perpustakaan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identivication) dalam peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri. Penghargaan Rekor MURI diserahkan oleh wakil dari Direktur Muri (Dr. Jayasuprana) yakni Ari Indriani kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Musa Asy’ari.
Dalam pidatonya sebelum menyerahkan, Ari Andriani menyampaikan, UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga masuk rekor MURI yang ke 5727. Di Musian MURI ada 4 kategori untuk bisa masuk rekor MURI, yakni, Pertama, Paling, Unik dan Langka. Sementara UPT. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dikategorikan sebagai yang pertama (pelopor) pengguna teknologi RFID. Penetapan inipun didasarkan atas rekomendasi dari Assosiasi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia dan dari PT Fisikom Citra Perkasa, sebagai perusahaan yang mengeluarkan produk teknologi RFID.
Musa Asy’ari berharap, dengan penghargaan ini, bisa lebih memacu UPT Perpustakaan untuk mengembangkan pemanfaatkan perpustakaan UIN Sunan Kalijaga agar dari hari –ke hari selalu mengalami peningkatan pengunjungnya, dengan kenyamanan tempat, kelengkapan koleksi buku-buku, kelengkapan dan kemudahan fasilitas dan keprofesionalan dan keramahan pengelolanya. Ke Depan, diharapkan perpustakaan UIN Sunan Kalijaga semakin mendukung kemudahan belajar di kampus putih ini.
Kepala UPT. Perpustakaan UIN Sunan kalijaga, Solikin Arianto dalam laporannya menyampaikan, penggunakan teknologi RFID sudah dimulai sejak tahun 2007. Hingga hari ini perpustakaan UIN Sunan Kalijaga tetap konsistem menggunakan pelayanan teknologi RFID kepada 12.500 anggotanya, dengan jumlah koleksi buku 150.000 eksemplar. Agustus 2007, 5 perangkat teknologi RFID yang dimiliki.  Yang dipergunakan antara lain : 1 unit untuk perangkat pengisian data RFID, 1 unit perangkat peminjaman dan pengembalian buku, 1 unit perangkat pengembalian koleksi buku di luar gedung perpustakaan dan 2 pasang pintu pengmanan RFID.
Dengan teknologi ini, jumlah peminjang selalu mengalami peningkatan sekitar 24% per tahun. Sehingga dirasa perlu melakukan penambahan peralatan RFID. Maka tiap tahun UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga melakukan penambahan perangkat RFID, hingga sampai saat ini telah memiliki 9 perangkat. Dengan penganugerahan rekor MURI, pihaknya berharap bisa membangun citra positif dunia perpustakaan dan pustakawan di tanah air, sehingga pemerintah dan masyarakat dapat memberikan perhatian dan apresiasi yang tinggi terhadap keberadaan perpustakaan dan pustakawan. Kata Solikin.
Selesai penganugeran penghargaan rekor MURI, dilanjutkan Seminar Nasional Mengangkat tema “ Akses Perpustakaan dengan Cloud Computing dan Social Networking”, dengan nara sumber : Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., (Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer UI yang juga menjabat sebagai Dewan Teknologi Informasi dan Kominikasi Nasional), Putu Laxman Pendit dan agung Fatwanto (Dosen Teknuik Informatika UIN Sunan Kalijaga). Dengan Seminar Nasional ini, Solikin Arianto berharap,  berharap kehadiran teknologi informasi dalam dunia perpustakaan, menggugah semangat para pustakawa untuk selalu terlibat dalam proses transformasi informasi menjadi pengetahuan dan kecerdasan sosial. Lebih jauh lagi, kehadiran Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat mendukung dan memperkuat peran pustakawan dalam menjunjung tiga pilar kebijakan pendidikan , yakni : perluasan dan pemerataan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta penguatan tata  kelola akuntabilitas dan citra publik pendidikan. Dengan demikian, peranan pustakawan melalui TIK dalam dunia pendidikan dapat menghantarkan institusi pendidikan menjadi semakin bermutu, akuntabe;l, murah, merata, dan terjangkau oleh banyak rakyat.
Berkenaan dengan berkembangnya teknologi cloud computing (komputasi awan) dan sosial networking, yang sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra, positif atau negatif pemanfaatannya, seminar nasional ini bisa menjadi forum diskusi akademik yang obyektif tentang peluang dan tantangan pengembangan TI di Perpustakaan, harap Solikin arianto. 

Sumber : http://www.uin-suka.ac.id/berita/dberita/675
alamat email : boletmusannif@gmail.com
MOTIFASI U/U musannifbolet.blogspot.com
 

Rabu, 12 Desember 2012

Resensi Buku

Nama                         : MUSANNIF
Nim                            : 12520031

Judul                           : Akhlaq Terindah Untuk Kaum Perempuan
Judul Aslinya              : Adab Al-Fatah
Penulis/Pengarang       : Prof. Dr. ‘Ali Fikri
Penerbit                       : Mitra Pustaka
Tahun Terbit                : Cetakan Pertama Januari 2006
Kota Terbit                  : Yogyakarta
Jumlah Halaman          : 201 Halaman

Ali Fikri adalah penulis buku ini yang berjudul akhlaq terindah untuk kaum perempuan mengatakan dalam bukunya pendidikan bagi seorang perempuan adalah untuk membantunya sebagai bekal dalam memperbaiki keadaan rumah tangganya dan memperluas pengetahuannya yang terkait dengan kewajiban dan tugas-tugasnya,menjadi seorang pendidik yang benar serta bekerja tanpa harus keluar dari kodrat dan fungsinya.
Dalam buku ini juga di jelaskan bukan sekedar seorang perempuan saja melainkan akhlaq atau etika kepada orang tua, suami,istri, saudara baik itu saudara laki-laki maupun perempuan dan mendidik anak jika sudah memiliki keluaraga, cara bergaul, dan intinya adalah, pendidikan, kesehatan dan akhlaq cara kita bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Jadi buku sangat bermanfaat bagi kita semua yang mentalaahnya dan mudah di aplikasikan dalam bergaul.
Buku ini sangat bagus baik dari segi penguraian atau penjelasannya karena mudah untuk dipahami oleh siapapun yang membacanya baik itu dikalangan orang-orang awam,anak-anak,seorang sudah berumah tangga suami, istri,bahkan lebih mapannya dibaca dalam kalangan orang dewasa yang dalam persiapan untuk menuju jenjang perkawinan. Karena buku ini tidak menjelaskan dengan kata-kata yang rumit dan kata-kata mudah dipahami oleh pembaca,walupun kalimatnya disajikan dengan sederhana dan simple.
Buku ini sangat bagus dan menarik peminat membaca tetapi dalam akan lebih baiknya smppunya diganti dengan yang lain agar lebih menarik untuk kaum laki-laki bukan hanya untuk perempuan karena sampulnya bergambar bunga. Dalam susunan daftar isinya sangat berantakan karena tabsnya tidak sejajar membuat mata pencari topic-topik tertentu bingung angka-angkanya menjolok keluar dan kedalam, akan lebih baik dan sempurnanya adalah tabsnya disejajarkan satu ukuran agar rapid an cepat dicari topic-topik tertentu oleh pembaca.
Keunggulan yang terdapat dalam buku ini adalah informative, lengkap dan logis dalam pemaparan dengan menggunakan kalmia-kalimat yang sederhana sehingga mudah di pahami oleh pembaca.
Yang harus dibenahi adalah sampulnya terlalu khusus untuk perempuan sedangkan yang di sajikan umum untuk sebua bisa berlaku, sapul dan gambar masih kurang,daftar isi yang berantakan sebaiknya disejajarkan dalam satu ukuran.